Dalam melakukan Perhitungan Kebutuhan Jumlah Besi Kolom pada sebuah Rumah 1 Lantai yang memiliki Ketinggian = 4 meter = 400 cm, dengan spesifikasi Tulangan Utama = 4d12, kita tidak bisa langsung menentukan Kebutuhan Tulangan Utama-nya = 4 potong Besi diameter 12mm, panjang 4 meter begitu saja. Hal ini adalah asumsi yang salah.

Tetapi kita harus mengetahui terlebih dahulu Berapa Penambahan Panjang Besi yang dibutuhkan untuk membuat Kolom tersebut. Penambahan ini terdiri dari 2 hal, yaitu :
1.  Penambahan Panjang Besi untuk membuat Bengkokan dan Kait Tulangan pada kedua ujung Besi.
2.  Penambahan Panjang Besi untuk memenuhi Beda Tinggi antara Elevasi Lantai Rumah dan Elevasi Permukaan Sloof dibawahnya.

Karena pada Rumah 1 Lantai, panjang Besi Kolom dihitung mulai dari atas Sloof sampai atas Ring Balok, bukan dari Elevasi Lantai Rumah sampai atas Ring Balok. Hal ini sesuai dengan Teknis Kerja Pemasangan di Lapangan. Seperti contoh Gambar 1 dan Gambar 2 dibawah ini.

https://1.bp.blogspot.com/-S4HgWZTSLjs/WOapdy76tbI/AAAAAAAACqk/y_tQJvW2EnM2_wkMAKMOKLjGxt7s06-KwCLcB/s1600/1215E%2BCara%2BHitung%2BMenghitung%2BBesi%2BTulangan%2BUtama%2BKolom%2Bdan%2BSengkang%2BBegel.png
(Gambar 1. dan Gambar 2. Besi Kolom diletakkan diatas Sloof)

Prinsip kerja Gambar 1 dan Gambar 2 diatas sering diterapkan pada Pelaksanaan di Lapangan. Tapi anda bisa saja membuat Perencanaan yang berbeda dengan kedua Gambar diatas, dan melakukan Perhitungan Panjang Besi Kolom-nya sesuai dengan Gambar Rencana anda. Tapi dalam tulisan kali ini, saya akan memberikan contoh Perhitungan Kebutuhan Besi Kolom sesuai dengan Gambar 2.

Perhitungan Kebutuhan Besi untuk membuat 1 unit Kolom sesuai dengan Gambar 2

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan Gambar 2 dibawah ini. Diketahui Ukuran Penampang Kolom = 20cm x 20cm, dan Selimut Beton pada Kolom = 3 cm. Tulangan Utama Kolom memakai Besi diameter 12 mm, db = 12mm = 1,2 cm. Silahkan hitung Kebutuhan Besi-nya.

(Gambar 2.)

(Gambar 3. Detail Tulangan Kolom)

Pada Gambar 2 diatas bisa dilihat bahwa, Sloof duduk 10 cm dibawah Muka Tanah. Dan Elevasi Lantai Rumah (Keramik) adalah 35 cm (13cm + 22cm) diatas Permukaan Sloof. Sehingga diperlukan Pemasangan Batu NOL sebesar 35 cm untuk mencapai Elevasi Lantai Rumah tersebut.

Nilai 35 cm ini juga merupakan Penambahan Panjang Besi pada Kolom untuk mencapai Elevasi Lantai Rumah, karena pemasangan Besi Kolom ini diletakkan diatas Permukaan Sloof.

Perhitungan :

1.  Perhitungan Kebutuhan Besi untuk Tulangan Utama

a.  Panjang Besi Tulangan Utama (12 mm) untuk membuat Kolom = Lb
Lb  =  8db + 35cm + 400cm - 2cm + 8db   <===  Lihat Gambar 2.
Lb  =  (8 x 1,2cm) + 35cm + 400cm - 2cm + (8 x 1,2cm)
Lb  =  9,6cm + 35cm + 400cm - 2cm + 9,6cm
Lb  =  452,2 cm  =  452 cm.
(Keterangan: 2 cm adalah Tebal Selimut Beton untuk Ring Balok, 8db berdasarkan Kebiasaan di Lapangan)

b.  Jadi, kebutuhan Besi Tulangan Utama (12 mm) untuk membuat 1 unit Kolom adalah :
[4 potong Besi 12 mm, panjang = 452 cm].

Jika anda memakai Besi 12 mm panjang 12 meter, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk membuat 1 unit Kolom tersebut, dan ada Besi Sisa Potongan = 2,96 meter sebanyak 2 potong.

Jika anda memakai Besi 12 mm panjang 10 meter, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk membuat 1 unit Kolom tersebut, dan ada Besi Sisa Potongan = 0,96 meter sebanyak 2 potong.

2.  Perhitungan Kebutuhan Besi untuk Sengkang (Begel)

a.  Panjang Besi (8mm) yang dibutuhkan untuk membuat 1 buah Sengkang (Begel) = Ls
(Ukuran Penampang Kolom adalah = 20cm x 20cm, dengan Selimut Beton Kolom = 3 cm).
Ls  =  3cm + 14cm + 14cm + 14cm + 14cm + 3cm   <===  Lihat Gambar 3.
Ls  =  62 cm.
(Keterangan: 3 cm adalah Penambahan Panjang Besi Sengkang untuk membuat Kait Tulangan).

b.  Jumlah Sengkang yang dibutuhkan 1 unit Kolom = n+1
Dimana : 48db = 48 x 1,2 cm = 57,6 cm, dan L - 48db = 435cm - 57,6cm = 377,4 cm   <===  Lihat Gambar 2
n  =  (57,6cm / 10cm) + (377,4cm / 15cm)
n  =  5,8 +  25,2
n  =  31  ====>  dibutuhkan Sengkang = n+1 = 32 buah.

c.  Jadi, kebutuhan Besi (8 mm) untuk membuat Sengkang dalam memenuhi kebutuhan 1 unit Kolom adalah :
[32 potong Besi 8 mm, panjang = 62 cm].

Jika anda memakai Besi 8 mm panjang 12 meter, dimana dari 1 batang Besi tersebut bisa diperoleh Sengkang = 12m : 0,62cm =  19,4 buah = 19 buah, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk memenuhi kebutuhan 1 unit Kolom tersebut. Dan ada Besi Sisa Potongan = 0,22 meter sebanyak 1 potong, dan Besi Sisa Potongan = 3,94 meter sebanyak 1 potong.

Jika anda memakai Besi 8 mm panjang 10 meter, dimana dari 1 batang Besi tersebut bisa diperoleh Sengkang = 10m : 0,62cm =  16,1 buah = 16 buah, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk memenuhi kebutuhan 1 unit Kolom tersebut. Dan ada Besi Sisa Potongan = 0,08 meter sebanyak 2 potong.

3.  Perhitungan selesai..

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga bermanfaat..


Advertisement




Komentar :
Penggunaan Pondasi Tapak ( Pondasi Telapak / Pondasi Setempat) sering dilakukan pada pembangunan sebuah Rumah atau Gedung yang memiliki ketinggian 1 lantai, 2 lantai, atau 3 lantai.
Seperti yang ditunjukkan oleh notasi A pada Gambar 1 dibawah ini.

(Gambar 1. Contoh Penggunaan Pondasi Tapak)

Sebelum melakukan pengecoran Pondasi Tapak, Besi Kolom diatas Pondasi (B) harus sudah terpasang kuat pada Besi Pondasi Tapak (A). Seperti contoh Gambar 2 dibawah ini.

Pemasangan Besi (B) ini bisa dilakukan diluar lobang Galian Pondasi, bisa juga dilakukan didalam lubang Galian Pondasi, tergantung kondisi di Lapangan dan Kemudahan pekerjaan.

(Gambar 2. Besi B dipasang pada Besi A diluar Lobang Galian Pondasi)

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah "Bagaimana Cara menentukan Panjang Besi Kolom diatas Pondasi (B) tersebut..?, bagaimana Bentuknya, dan berapa Panjangnya..?)".
Untuk mengetahui-nya, silahkan dilihat pada Contoh Perencanaan dibawah ini.

Contoh Perencanaan panjang Besi Kolom diatas Pondasi Tapak (B) :

A.  Data yang diketahui

Diketahui elevasi Muka Tanah = 5 cm di bawah permukaan As Jalan.
Direncanakan elevasi Lantai Rumah (keramik) = 50 cm di atas permukaan As Jalan.
Kedalaman Galian Pondasi = 1,5 meter dari Muka Tanah.
Ketebalan Pondasi Tapak = 35 cm.
Ketebalan Lantai Kerja Pondasi (Pasir + Cor Beton) = 10 cm.
Tebal Selimut Beton pada Pondasi Tapak = 7 cm.
Diatas Pondasi tersebut akan dipasang Sloof ukuran 20/35, (lebar = 20 cm, tinggi = 35 cm).
Kolom diatas Pondasi memakai Besi Tulangan diameter 14 mm, db = 14mm = 1,4 cm.

B.  Perencanaan dan Perhitungan

1.  Misalnya direncanakan Kedalaman Galian Sloof = 15 cm dari Muka Tanah.

2.  Buat Gambar Rencana Detail Pondasi dengan Lengkap, berdasarkan semua Data yang ada dan Kedalaman Galian Sloof. Maka hasilnya menjadi seperti Gambar 3 dibawah ini. 

(Gambar 3. Rencana Detail Pondasi)

3.  Dari Gambar 3 diatas terlihat bahwa : Walaupun tinggi Kolom diatas Pondasi = 90 cm, namun panjang Besi Kolom diatas Pondasi-nya jauh melebihi nilai 90 cm tersebut. Karena pada Besi ini dibutuhkan juga:
a.  Panjang Tulangan Kolom yang tertanam pada Tapak Pondasi = (Lp),
b.  Panjang Tulangan Kolom yang harus melewati Tinggi Sloof = 35 cm,
c.  Panjang Tulangan Kolom untuk Sambungan dengan Tulangan Kolom Lt.1 nantinya = (Lk).

4.  Perhitungan

a.  Panjang Tulangan Kolom, Bengkokan, dan Kait Tulangan yang tertanam pada Tapak Pondasi = Lp.

(Gambar 4.)

Lp  =  35cm - 7cm + (20 x db) + (8 x db)
Lp  =  35cm - 7cm + (20 x 1,4cm) + (8 x 1,4cm)
Lp  =  35cm - 7cm + 28cm +  11,2cm
Lp  =  67,2 cm = 67 cm.
Keterangan : (20db dan 8db, berdasarkan kebiasaan di lapangan).

b.  Panjang Tulangan Kolom dan Kait Tulangan untuk Sambungan dengan Tulangan Kolom Lt.1 = Lk.

(Gambar 5.)

Lk  =  Ls + (8 x db)
Lk  =  (48 x db) + (8 x db)
Lk  =  (48 x 1,4cm) + (8 x 1,4cm)
Lk  =  67,2xm + 11,2cm
Lk  =  78,4 cm = 78 cm.
Keterangan : (48db berdasarkan SNI tahun 2002, dan 8db berdasarkan kebiasaan di lapangan).

5.  Penjumlahan, Panjang Besi Kolom diatas Pondasi / Kolom dibawah Sloof = (L)
L  =  90cm + Lp + 35cm + Lk
L  =  90cm + 67cm + 35cm + 78cm
L  =  270 cm.

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga berguna..


Advertisement




Komentar :
Jika kita perhatikan di sekitar kita, pada umumnya ada 3 Posisi Pasangan Keramik yang dilakukan pada sebuah Rumah atau Gedung, yaitu :
1.  Keramik yang dipasang di atas Lantai,
2.  Keramik yang dipasang pada Dinding, dan
3.  Keramik yang dipasang pada Langit-langit, seperti dibawah Plat Lantai Beton atau dibawah Plat Tangga Beton, seperti Gambar 1 dibawah ini, (walaupun Hal ini sangat jarang dilakukan).

(Gambar 1. Pemasangan Keramik dibawah Plat Lantai Beton)

Berdasarkan Kekuatannya, Keramik yang dibuat oleh Pabrik terdiri atas 2 jenis, yaitu :

1.  Keramik yang Tahan terhadap Tekanan, biasanya digunakan untuk Keramik Lantai
Yaitu Keramik yang (dalam keadaan terpasang) diperkirakan Kuat menahan Beban Manusia yang berjalan diatasnya, dan tahan terhadap Tekanan beban Furniture yang nantinya akan diletakkan diatasnya, seperti Meja, Kursi, Lemari, Tempat Tidur, Sofa, Rak, dan sebagainya.

Ciri-ciri umumnya adalah :
a.  Biasanya memiliki bidang (ukuran) Bujur Sangkar, seperti: 60x60 cm, 50x50 cm, 40x40 cm, 33,3x33,3 cm, 30x30 cm, 25x25 cm, 20x20 cm, dan sebagainya.
b.  Keramik ini Lebih Tebal dari Keramik yang biasa dipakai untuk Dinding.
c.  Permukaan Keramik ini ada 2 macam. Ada yang Permukaannya Halus, cocok dipakai untuk Lantai didalam Rumah. Dan ada yang Permukaannya Kasar, cocok dipakai untuk Lantai Kamar Mandi dan Lantai diluar Rumah yang sewaktu-waktu terkena Air.

2.  Keramik yang tidak Tahan terhadap Tekanan, biasanya digunakan untuk Keramik Dinding
Yaitu Keramik yang (dalam keadaan terpasang) diperkirakan Tidak Kuat menahan Beban Manusia yang berjalan diatasnya, dan Tidak Kuat menahan Tekanan beban Furniture yang nantinya akan diletakkan diatasnya, seperti Meja, Kursi, Lemari, Tempat Tidur, Sofa, Rak, dan sebagainya.

Ciri-ciri umumnya adalah :
a.  Biasanya memiliki bidang (ukuran) Persegi Panjang, seperti: 25x75 cm, 30x60 cm, 20x60 cm, 25x50 cm, 20x40 cm, 20x25 cm, dan sebagainya.
b.  Keramik ini Lebih Tipis dari Keramik yang biasa dipakai untuk Lantai.
c.  Keramik ini pada umumnya memiliki Permukaan yang Halus dan Mudah dibersihkan.

(Gambar 2. Keramik Dinding dan Keramik Lantai)

Berdasarkan Ciri-ciri diatas, kita bisa membedakan mana yang merupakan Keramik Lantai dan mana yang merupakan Keramik Dinding. Jika anda masih kurang yakin tentang Hal ini (pada saat membeli Keramik), anda bisa menanyakannya langsung pada Pihak Penjual yang berkompeten dalam hal tersebut.

Jika ditinjau dari segi Kekuatannya, Keramik Lantai bisa saja dipasang pada Dinding, dengan tetap memperhatikan dan menyesuaikan Motif (Corak) Keramik tersebut. Tapi Keramik Dinding sebaiknya tidak dipasang pada Lantai, karena kekuatannya tidak memadai untuk menahan beban jika dipasang pada Lantai.

Demikian tulisan sederhana saya kali ini.. Semoga bermanfaat..


Advertisement




Komentar :
Dalam mengatur ketinggian Sloof pada sebuah Rumah atau Gedung, kita harus merencanakannya sebaik mungkin dengan mempertimbangkan beberapa kemungkinan yang akan terjadi.

Oleh sebab itu, sebaiknya dibuat dulu Gambar Rencana-nya berupa Gambar Potongan Melintang, yang menyajikan semua informasi Elevasi (ketinggian) yang berkenaan dengan Sloof tersebut, seperti :
1.  Elevasi Permukaan Jalan didepan Rumah tersebut (elevasi As Jalan).
2.  Elevasi Lantai Rumah, sebaiknya elevasi-nya direncanakan berdasarkan elevasi As Jalan. 
3.  Elevasi Permukaan Tanah tempat Sloof tersebut akan dibuat (elevasi Muka Tanah).
4.  Space (jarak) yang dibutuhkan untuk Installasi Pipa (Plumbing) dibawah Lantai Rumah.

Pada contoh dibawah ini, tampak gambar Rencana elevasi Sloof yang dibuat diatas Pondasi Tapak pada sebuah Rumah. Ada 3 Alternatif elevasi Sloof pada Gambar dibawah ini, yaitu Gambar 1, Gambar 2, dan Gambar 3. (klik pada gambar, untuk tampilan lebih besar).

https://4.bp.blogspot.com/-rcW9Mf11M8E/WNvPHDWH0OI/AAAAAAAAClM/HddqlhYSb1wbjoY6P436GppTtAOMhJFRwCPcB/s1600/123E%2BCara%2BHitung%2BMenghitung%2BKebutuhan%2BPanjang%2BBesi%2BStik%2BOmpak%2BSumbu%2BKolom%2Bdibawah%2BSloof%2Bdiatas%2BPondasi.png
(Gambar 1., Gambar 2., dan Gambar 3.)
Keterangan :
Diketahui elevasi Muka Tanah = 5 cm di bawah permukaan As Jalan.
Direncanakan elevasi Lantai Rumah (keramik) = 50 cm di atas permukaan As Jalan.
Ukuran Penampang Sloof = 20 x 35, (lebar = 20 cm, tinggi = 35 cm).
Jika Top-Cor Sloof dibuat Rata dengan Muka Tanah, maka hasilnya seperti Gambar 1.
Jika Top-Cor Sloof dibuat 20cm diatas Muka Tanah, maka hasilnya seperti Gambar 2.
Jika Sloof dibuat duduk diatas Muka Tanah, maka hasilnya seperti Gambar 3.
(untuk lebih jelas, silahkan lihat uraian-nya dibawah ini)

Gambar 1 :  Top-Cor Sloof dibuat Rata dengan Muka Tanah :

Tampak pada Gambar dibawah ini, diperlukan pasangan Batubata, tinggi = 42cm + 13cm = 55cm untuk mencapai elevasi Lantai Rumah (Pasangan Batu NOL). Jika panjang pasangan Batubata = 100 meter, maka Volume Pasangan Batu NOL-nya = 55cm x 100m = 0,55m x 100m = 55 m2.


Gambar 2 :  Top-Cor Sloof dibuat 20 cm diatas Muka Tanah

Tampak pada Gambar dibawah ini, diperlukan pasangan Batubata, tinggi = 22cm + 13cm = 35cm untuk mencapai elevasi Lantai Rumah (Pasangan Batu NOL). Jika panjang pasangan Batubata = 100 meter, maka Volume Pasangan Batu NOL-nya = 35cm x 100m = 0,35m x 100m = 35 m2.


Gambar 3 :  Sloof Duduk diatas Muka Tanah

Tampak pada Gambar dibawah ini, diperlukan pasangan Batubata, tinggi = 7cm + 13cm = 20cm untuk mencapai elevasi Lantai Rumah (Pasangan Batu NOL). Jika panjang pasangan Batubata = 100 meter, maka Volume Pasangan Batu NOL-nya = 20cm x 100m = 0,2m x 100m = 20 m2.


Kesimpulan :
Semakin rendah elevasi Sloof pada sebuah Rumah, maka semakin besar Volume Pasangan Batu NOL-nya, (Batu NOL ini terletak dibawah Lantai Rumah). Untuk menghemat biaya, sebaiknya volume Pasangan Batu NOL ini diminimalisir dengan cara meninggikan elevasi Sloof tersebut semaksimal mungkin.

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga bermanfaat.. Cara Menghitung Jumlah Batubata Permeter Persegi bisa dilihat DISINI..


Advertisement




Komentar :
Tulisan saya kali ini cukup sederhana, tapi kurang lengkap rasanya jika saya tidak menulis tentang hal ini. Karena ini adalah rangkuman dari proses Pelaksanaan Pekerjaan Cor Beton pada Struktur sebuah Rumah, Gedung, atau bangunan lainnya, seperti Kantor, Ruko, dan sebagainya.

A.  Tahapan Pekerjaan Cor Beton pada Rumah 1 Lantai

Disini saya memaparkan jika Rumah tersebut menggunakan Pondasi Setempat. Pelaksanaan Pengecoran-nya dilakukan secara berurutan, sesuai dengan Gambar 1 dibawah ini.
 
(Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Rumah 1 Lantai)

1.  Pengecoran Tapak Pondasi (A), yang fungsi-nya memikul semua beban diatasnya, yaitu berat Struktur, Dinding, Kusen dan Pintu, Atap, Plafon, Elektrikal, Plumbing, dan semua item pekerjaan Finishing.

2.  Pengecoran Kolom diatas Pondasi / Kolom dibawah Sloof (B), yang fungsi-nya menyalurkan semua beban diatas-nya ke Tapak Pondasi.

3.  Pengecoran Sloof (C), yang berfungsi sebagai Pondasi Menerus yang memikul berat Dinding, Kusen, Pintu, dan Jendela diatasnya. Juga sebagai Pengaku bagi semua Kolom dibawah Sloof (B)

4.  Pengecoran Kolom Praktis (D), yang biasanya dilakukan setelah pemasangan Dinding Rumah, yang bisa dibuat dari Batubata, Hebel, Batu Kapur, atau Batako. Fungsi Kolom Praktis ini adalah agar semua pasangan Dinding tersebut dapat berdiri kokoh dan tidak mengalami retak di kemudian hari.

5.  Pengecoran Ring Balok (E), dilakukan setelah semua pasangan Dinding Rumah dan pengecoran Kolom Praktis (D) selesai. Fungsi-nya adalah sebagai Pengaku bagi semua pasangan Dinding Rumah dan Kolom Praktis tersebut, juga sebagai Dudukan yang kokoh untuk pemasangan Rangka Kuda-kuda Atap.

B.  Tahapan Pekerjaan Cor Beton pada Rumah 2 Lantai

Disini saya memaparkan jika Rumah tersebut menggunakan Pondasi Setempat. Pelaksanaan Pengecoran-nya dilakukan secara berurutan, sesuai dengan Gambar 2 dibawah ini.

(Gambar 2. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Rumah 2 Lantai)

1.  Pengecoran Tapak Pondasi (A), yang fungsi-nya memikul semua beban Lantai 1 dan Lantai 2, yaitu berat Struktur, Dinding, Kusen dan Pintu, Atap, Plafon, Elektrikal, Plumbing, dan semua item pekerjaan Finishing.

2.  Pengecoran Kolom diatas Pondasi / Kolom dibawah Sloof (B), yang fungsi-nya menyalurkan semua beban diatas-nya ke Tapak Pondasi.

3.  Pengecoran Sloof (C), yang berfungsi sebagai Pondasi Menerus yang memikul berat Dinding, Kusen, Pintu, dan Jendela, yang berada di Lantai 1. Juga sebagai Pengaku bagi semua Kolom dibawah Sloof (B)

4.  Pengecoran Kolom Lantai 1 (D), yang fungsi-nya memikul semua beban pada Lantai 2, yaitu Balok Beton, Plat Lantai Beton, Kolom, Dinding, Kusen dan Pintu, Atap, Plafon, Elektrikal, Plumbing, dan semua item pekerjaan Finishing di Lantai 2.

5.  Pengecoran Balok Beton Lantai 2, Plat Beton Lantai 2, dan Tangga Beton (E), yang biasanya dilakukan sekaligus pada waktu yang sama.

6.  Pengecoran Kolom Lantai 2 (F), yang dilakukan diatas Plat Beton Lantai 2 dan Balok Beton Lantai 2.

7.  Pengecoran Ring Balok (G), yang dilakukan setelah semua pasangan Dinding Rumah Lantai 2 dan pengecoran Kolom Lantai 2 (F) selesai. Fungsi-nya adalah sebagai Pengaku bagi semua pasangan Dinding Rumah dan Kolom Lantai 2 tersebut, juga sebagai Dudukan yang kokoh untuk pemasangan Rangka Kuda-kuda Atap.

Demikian tulisan sederhana saya kali ini.. Semoga bermanfaat..


Advertisement




Komentar :
Pada tulisan sebelumnya saya telah memaparkan bagaimana Cara Menghitung Jumlah Besi Tulangan Utama pada Sloof, dengan contoh Denah dan Detail Penulangan Sloof sama seperti Gambar 1 dibawah ini. Silahkan lihat tulisan tersebut DISINI..

Dengan menggunakan contoh Gambar Denah Pondasi dan Detail Tulangan Sloof yang sama, pada tulisan kali ini saya akan menyajikan bagaimana Menghitung Jumlah Besi yang dibutuhkan untuk Membuat Sengkang (Begel) Sloof tersebut.

Contoh Perhitungan :

Berdasarkan data Gambar 1 dan Gambar 2 dibawah ini, hitung jumlah Besi Sengkang (Begel)-nya, jika menggunakan besi 8 yang panjangnya = 10 meter (memakai Besi 8x10m).

(Gambar 1.)

(Gambar 2. Detail Pemasangan Besi Sengkang / Begel)

Cara Perhitungan :

1.  Hitung terlebih dahulu semua Panjang Sloof pada Gambar 1 diatas (Ls).
Ls  =  (1,75 + 5,5 + 1 +1,75 + 3 + 2,5 + 3 + 2,5 + 3 + 1) + (1,5 + 8 + 3 + 8)
Ls  =  22 + 20,5 = 42,5 m (meter)

2.  Hitung Jumlah Total sengkang yang dibutuhkan (nt), berdasarkan Gambar 2 diatas dan Panjang Sloof (Ls).
a.  Jarak rata-rata Sengkang = (0,1m + 0,15m) / 2 = 0,125 m.
b.  Jumlah Sengkang yang dibutuhkan (nt) = 42,5m / 0,125m = 340 buah.

3.  Hitung Panjang Besi 8 yang dibutuhkan untuk membuat 1 buah Sengkang (Lb).
Lb  =  (24 + 24 + 14 + 14) + 7 cm = 83 cm = 0,83 m
Catatan: 7 cm adalah Panjang Besi yang dibutuhkan untuk membuat 2 Bengkokan dan 2 Kait Tulangan.

Ukuran Diameter Bengkokan, dan Kait Tulangan diatas saya buat berdasarkan kebiasaan di Lapangan.
Jika anda ingin menentukan ke-2 Variable tersebut berdasarkan SNI, silahkan dilihat nilainya dibawah ini:
Diameter Bengkokan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI, dan
Kait Tulangan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI.

4.  Hitung Jumlah Sengkang yang bisa diperoleh dari 1 batang Besi 8x10m (n).
n  =  (10m / 0,83m) = 12,05 buah = 12 buah.

5.  Hitung Jumlah Besi 8x10m yang dibutuhkan untuk membuat 340 buah Sengkang tersebut.
Besi 8x10m  dibutuhkan =  340 buah / 12 buah = 28,3 batang = 29 batang.

6.  Perhitungan selesai.. Semoga bermanfaat..


Advertisement




Komentar :
Pada artikel sebelumnya, saya telah menulis bagaimana Cara Menghitung Volume Beton Sloof pada sebuah Rumah. Dan pada kesempatan ini saya akan menulis bagaimana Cara Menghitung Jumlah Besi Tulangan Utama dan Besi Sengkang (Begel) yang dibutuhkan untuk membuat Sloof tersebut.

Tapi untuk Perhitungan Besi Sengkang-nya (Begel) secara detail, silahkan dilihat pada Artikel Berikut ini. Karena terlalu panjang jika saya tuliskan juga disini.. Biar gak mumet bacanya..

Contoh Perhitungan:

Berdasarkan data Gambar 1 dibawah ini, hitung jumlah Besi Tulangan Sloof (Tulangan Utama), yaitu besi 14, dengan menggunakan Besi panjang = 10 meter (memakai Besi 14x10m).

(Gambar 1. Denah Pondasi - Sloof - dan Detail Tulangan Sloof)

A.  Perhitungan Cara Pertama :

1.  Perhatikan Gambar 1 diatas, fokus pada Bentang Sloof yang Panjang pada Denah tersebut, yaitu Bentang A = 8,25m (meter), B = 8m, C = 8m, D = 6,5m, dan E = 5,5m, seperti Gambar 2 dibawah ini.

Tujuannya adalah kita akan melakukan Perhitungan Tulangan Bentang Sloof yang Panjang terlebih dahulu, lalu Sisa Potongan-nya bisa digunakan untuk kebutuhan Bentang Sloof yang Pendek. 

(Gambar 2.)

2.  Perhitungkan juga kebutuhan Panjang Tulangan pada setiap Ujung Sloof, berdasarkan tebal Selimut Beton rencana, Diameter Bengkokan, dan Kait Tulangan, sesuai dengan Gambar 3 dibawah ini.

(Gambar 3.)

Dari Gambar 3 diatas, diketahui :
a.  Selimut Beton = 3cm, maka dibutuhkan Panjang Besi (Diluar As) = 7cm, pada setiap Ujung Sloof.
b.  Kebutuhan Besi untuk Diameter Bengkokan dan Kait Tulangan = 10cm, pada setiap Ujung Sloof.
c.  Penambahan Panjang Besi (dari As Denah Pondasi) pada setiap Ujung Sloof = 7cm + 10cm = 17cm.

Catatan Ukuran Selimut Beton, Diameter Bengkokan, dan Kait Tulangan diatas saya buat berdasarkan kebiasaan di Lapangan. Jika anda ingin menentukan ke-3 Variable tersebut berdasarkan SNI, silahkan dilihat nilainya dibawah ini:
Selimut Beton - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI
Diameter Bengkokan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI, dan
Kait Tulangan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI.

3.  Lakukan Perhitungan Kebutuhan Tulangan Utama pada Bentang Sloof yang Panjang A, B, C, D, dan E.

Bentang A = 8,25 m, butuh Besi 14 = 17cm + 8,25m + 17cm = 8,59 m, sebanyak 6 potong.
Bentang B = 8 m, butuh Besi 14 = 17cm + 8m + 17cm = 8,34 m, sebanyak 6 potong.
Bentang C = 8 m, butuh Besi 14 = 17cm + 8m + 17cm = 8,34 m, sebanyak 6 potong.
Bentang D = 6,5 m, butuh Besi 14 = 17cm + 6,5m + 17cm = 6,84 m, sebanyak 6 potong.
Bentang E = 5,5 m, butuh Besi 14 = 17cm + 5,5m + 17cm = 5,84 m, sebanyak 6 potong.
Besi 14 x 10m yang dibutuhkan = 6 batang x 5 bentang = 30 batang.

4.  Lakukan Perhitungan Besi Sisa Potongan (L) dari Sloof Bentang A, B, C, D, dan E.
Catatan: Panjang Besi Tulangan yang digunakan = 10 meter

L1 = 10m - 8,59m = 1,41 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang A)
L2 = 10m - 8,34m = 1,66 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang B)
L3 = 10m - 8,34m = 1,66 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang C)
L4 = 10m - 6,5m = 3,5 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang D)
L5 = 10m - 5,5m = 4,5 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang E)

5.  Lakukan Perhitungan Kebutuhan Tulangan Utama pada Bentang Sloof yang Pendek

a.  Bentang 3m = butuh Besi 14 = 17cm + 3m + 17cm = 3,34 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L5, jumlahnya cukup. Ada sisa potongan lagi, L6 = 1,16 m sebanyak = 6 potong.

b.  Bentang 3m = butuh Besi 14 = 17cm + 3m + 17cm = 3,34 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L4, jumlahnya cukup.

c.  Bentang 1,75m = butuh Besi 14 = 17cm + 1,75m + 17cm = 2,09 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L3 disambung dengan L2 = 1,66m + 1,66m = 3,32m.
Perhitungannya: 3,32m = (2,09m + Lsambungan), diperoleh Lsambungan = 1,23 m.
Jumlah batangnya juga cukup = 6 potong.

d.  Bentang 1,5m = butuh Besi 14 = 17cm + 1,5m + 17cm = 1,84 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L1 disambung dengan L6 = 1,41 + 1,16m = 2,57m 
Perhitungannya: 2,57m = (1,84m + Lsambungan), diperoleh Lsambungan = 73 cm.
Jumlah batangnya juga cukup = 6 potong.

6.  Penjumlahan dan Kesimpulan
a.  Jumlah Besi 14x 10m yang dibutuhkan = 30 batang.
b.  Kebutuhan Besi 14 untuk Bentang Sloof yang Pendek sudah terpenuhi semua oleh Besi Sisa Potongan (L) dari Bentang Sloof yang Panjang.
c.  Jika Panjang Besi untuk sambungan = 73 cm (point 5d) diputuskan tidak memadai panjangnya untuk dijadikan Lsambungan, maka diperlukan Besi Tulangan 14 x 10m = 1 batang lagi untuk Keperluan Sloof Bentang 1,5m tersebut. Sehingga Jumlah Besi Tulangan 14 x 10m yang dibutuhkan menjadi = 31 batang.

B.  Perhitungan Cara Kedua (Cara Cepat) :

1.  Jumlahkan semua Panjang Besi (Lbesi) yang dibutuhkan, termasuk untuk Bengkokan dan Kait Tulangan.
Lbesi  =  8,59 + 8,34 + 8,34 + 6,84 + 5,84 + 3,34 + 3,34 + 2,09 + 1,84
Lbesi  =  48,56 m

2.  Jumlah Besi 14x 10m yang dibutuhkan (net) = (48,56m x 6 batang) / 10m = 29,136 m.
Catatan: Sloof terdiri dari 6 batang Besi ⌀14. Panjang Besi 14 yang digunakan adalah = 10 meter (m).

3.  Jumlah Besi 14x 10m yang dibeli :
Jika ditambahkan 5%, maka Besi 14x 10m yang dibeli = 29,136m x 105% = 30,6 batang = 31 batang.
Jika ditambahkan 10%, maka Besi 14x 10m yang dibeli = 29,136m x 110% = 32 batang.
Catatan: Penambahan = 5% sampai 10% adalah Nilai Taksir, tergantung pada Efisiensi Panjang Besi yang digunakan terhadap semua panjang Bentang Sloof yang ada. Karena ada juga Besi yang panjangnya = 12 m.

Contoh Perhitungan selesai.. Semoga bermanfaat.. Untuk Menghitung Jumlah Besi Sengkang (Begel)-nya, silahkan dilihat DISINI..


Advertisement




Komentar :
Mungkin diantara kita sering melihat kejadian seperti ini, yaitu terjadinya Retakan (Celah) pada pertemuan Kusen Kayu dan Plesteran disebelahnya. Seperti Gambar dibawah ini.

(Retak terjadi pada Pertemuan Kusen Kayu dan Plesteran)

Retak ini sebenarnya lumrah terjadi, penyebabnya karena 2 hal dibawah ini :

1.  Bahan Plesteran (Mortar yang terdiri dari Semen dan Pasir) bagaimanapun tidak akan bisa mengikat pada Kusen Kayu disebelahnya. Karena Semen yang biasa dipakai untuk Pasangan Bata dan Plesteran tidak memiliki karakteristik dapat merekatkan Pasir pada Kayu, tapi hanya bisa merekatkan sesama Material Pasir, Kerikil, Batubata, Batako, dan Produk lain yang terbuat dari Agregat.

2.  Retak terjadi karena adanya Penyusutan Volume pada Plesteran dan Kusen Kayu, sehingga Plesteran dan Kusen Kayu menjadi terpisah dan timbul celah diantaranya. Celah ini yang biasa kita sebut dengan Retakan.

Catatan:
Semakin besar Penyusutan Volume pada Kusen Kayu dan Plesteran, maka semakin besar pula Retakan (Celah) yang timbul, demikian pula sebaliknya.

Penyusutan Volume pada Kusen Kayu dan Plesteran ini juga lumrah terjadi, karena :

1.  Plesteran terdiri dari campuran Semen, Pasir, dan Air, yang dalam keadaan basah disebut Mortar. Setelah Mortar diaplikasikan menjadi sebuah Plesteran dan mengering, Kadar Air didalam Mortar akan hilang. Hal ini-lah yang membuat terjadinya Penyusutan Volume pada Plesteran tersebut. Semakin kering Plesteran tersebut, maka semakin besar Penyusutan yang terjadi. 

2.  Dalam pembuatan Kusen Kayu, bisa saja Produsen menggunakan bahan baku Kayu yang masih memiliki Kadar Air. Semakin tinggi Kadar Air awal bahan baku-nya, maka akan semakin tinggi pula Penyusutan Volume yang dialami Kusen Kayu tersebut nanti (setelah dipergunakan).

3.  Walaupun Kusen dibuat menggunakan bahan baku Kayu yang telah di-oven untuk menghilangkan Kadar Air-nya, belum tentu Kadar Air tersebut hilang seluruhya (hilang 100 %). Mungkin masih tersisa Kadar Air beberapa persen, yang akan benar-benar hilang setelah sekian lama terpasang pada Rumah.

Catatan:
Penyusutan terjadi karena berkurangnya Kadar Air, dan akan lebih besar terjadi pada Kusen Kayu dan Plesteran yang sering mendapat Sinar Matahari langsung, dan lebih kecil terjadi pada Kusen Kayu dan Plesteran yang tidak terkena Sinar Matahari langsung.

Apa dampak terjadinya Retak ini pada Rumah..? dan Bagaimana Cara Memperbaikinya..? Bisa dilihat DISINI.

Semoga tulisan ini bermanfaat..


Advertisement




Komentar :
Pada Rumah yang menggunakan Kusen Pintu dan Jendela yang terbuat dari Kayu, mungkin kita pernah melihat Plesteran di bagian tepi Kusen merenggang dari Kusen-nya, seperti membentuk sebuah retakan.

Jika retak ini terjadi pada Kusen Kayu dan Plesteran yang terletak dibagian dalam Rumah, hal ini tidak begitu berdampak buruk. Namun jika retak ini terjadi pada Kusen Kayu dan Plesteran yang terletak dibagian Dinding Luar rumah (yang akan terkena Air Hujan), maka hal bisa memiliki dampak lain, seperti terlihat pada Gambar 1 dan Gambar 2 dibawah ini.

(Gambar 1. Celah Retak - pada Dinding Luar Rumah )

Kondisi Celah (Retak) seperti Gambar 1, akan menyebabkan Air Hujan bisa masuk melalui Celah tersebut ke bagian dalam Dinding Rumah, seperti Gambar 2 dibawah ini.

(Gambar 2. Air Hujan Masuk ke Dinding dalam Rumah

Pada Gambar 2 jelas terlihat, terjadi kerusakan pada Cat Dinding dalam rumah. Hal ini disebabkan karena Air Hujan masuk dari Dinding Luar Rumah, yaitu melalui Celah Retak tersebut, lalu merusak Cat Dinding bagian dalam rumah. Bahkan bisa saja Air ini mengalir masuk kedalam Rumah, jika jumlahnya banyak.

Tentu saja Kondisi Dinding dalam Rumah seperti Gambar 2 diatas sangat tidak kita inginkan terjadi pada dinding Rumah kita. 

Cara Memperbaiki-nya adalah sebagai berikut :

1.  Perbesar terlebih dahulu Celah (Retak) Plesteran disekeliling Kusen Kayu pada Gambar 1 diatas, dengan menggunakan Pahat Batu. Dengan ukuran Lebar dan Dalam kira-kira = 0,5cm sampai 1cm. Lalu bersihkan Sisa Debu pada lubang dengan menggunakan Kuas. Seperti Gambar 3 dibawah ini.

2.  Pasang Kertas Lem pada bagian tepi Kusen Kayu, untuk melindungi Cat Kusen tersebut pada saat Pemberian Sealant. Menjadi seperti Gambar 3 dibawah ini.

(Gambar 3. Celah Retak pada Dinding Luar rumah yang telah dilebarkan)

3.  Persiapkan Sealant yang akan digunakan untuk mengisi Celah Retak yang telah dipahat tersebut. Sealant ini harus memiliki karakteristik "dapat merekat erat pada Kayu sekaligus pada Plesteran, dan material Sealant tersebut harus bisa di-cat".
Bisa menggunakan Sikaflex-11C atau Sikaflex-Construction, seperti Gambar 4 dibawah ini. 

(Gambar 4. Contoh Sealant yang dapat Merekat pada Permukaan Kayu dan Plesteran)

4.  Aplikasi-kan Sealant tersebut dengan menggunakan bantuan Sealant-Gun pada semua Celah Retak yang telah dilebarkan tersebut, seperti Gambar 5 dibawah ini. 

(Gambar 5. Pemberian Sealant pada Celah Retak yang telah dilebarkan)

5.  Rapikan semua Sealant agar rata dengan permukaan Dinding, dengan menggunakan Kape (Sekrap). Seperti Gambar 6 dibawah ini.

(Gambar 6. Sealant telah dirapikan dengan Kape atau Sekrap)

6.  Setelah semua permukaan Sealant rapi, segera lepaskan semua Kertas Lem yang menempel pada Kusen Kayu tersebut, sebelum Sealant tersebut kering. Kertas Lem akan lebih mudah dilepas, jika Sealant masih dalam keadaan Basah atau Setengah Kering.

7.  Tunggu beberapa Jam hingga Sealant benar-benar kering. Lalu lakukan Pengecatan agar dinding tersebut kembali rapi seperti semula. Seperti Gambar 7 dan Gambar 8 dibawah ini.

(Gambar 7 dan Gambar 8)

8.  Selesai..

Demikian tulisan kali ini.. Semoga bermanfaat.. Apa yang menyebabkan terjadinya Retak pada Pertemuan Kusen Kayu dan Plesteran..? Bisa dilihat DISINI..


Advertisement




Komentar :